Cara Memilih Platform untuk Membuat Situs E-Learning

Duitku Admin on Agu 9, 2022 in Information
Seiring pesatnya teknologi, pendidikan pun menjadi salah satu bidang yang turut berkembang. Banyaknya literatur yang dapat diakses hanya dengan bermodalkan internet menjadi salah satu bukti manfaat dari teknologi di bidang pendidikan.
Tak hanya itu, kini mulai dikenal adanya E-Learning yang memfasilitasi para pelaku pendidikan untuk melakukan proses belajar mengajar menggunakan teknologi informasi. Bahkan, kini E-Learning tak hanya untuk kalangan tertentu saja, tapi sudah marak menjadi ide bisnis yang menjanjikan. Salah satunya dengan mewujudkan situs E-Learning.
Namun untuk mewujudkan itu, kita terlebih dulu harus belajar cara memilih platform untuk membuat situs E-Learning agar sesuai dengan harapan.

Apa itu Situs E-Learning?

Sebelum mengenal situs E-Learning, baiknya pahami dulu apa arti dari E-Learning. Secara harfiah, e-learning adalah pembelajaran elektronik atau proses belajar mengajar yang dilakukan secara online atau daring. Berbeda dengan pembelajaran di kelas yang memanfaatkan buku dan penjelasan dari guru, E-Learning menggunakan teknologi informasi sebagai sarana belajar.
Selain lebih mudah dan praktis, E-Learning menawarkan berbagai fitur yang menarik minat pelajar dengan biaya yang efisien dan waktu yang fleksibel. Dari sekian banyak E-Learning, salah satu yang paling sering dimanfaatkan oleh para pengajar adalah situs E-Learning. Situs E-Learning adalah E-Learning yang dibuat dalam bentuk situs atau website sehingga untuk mengaksesnya, baik pengajar maupun pelajar harus membukanya dari browser PC, laptop, atau ponsel mereka.
Karena dilakukan secara online, penggunaan situs E-Learning harus menggunakan jaringan internet. Meski menggunakan internet, jika dibandingkan dengan platform E-Learning lain misalnya aplikasi atau software, penggunaan situs E-Learning merupakan yang paling praktis karena tidak memerlukan ruang penyimpanan lebih dan tidak mengharuskan pengguna mengunduh aplikasi atau software baru.

Apa Manfaat Situs E-Learning?

Dengan menggunakan situs E-Learning, banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh pengguna, baik pengajar maupun pelajar. Di antaranya:
  1. Menghemat biaya karena proses belajar secara E-Learning sehingga baik pengajar dan pelajar tidak perlu mencetak banyak
  2. kertas dan meminimalisasi biaya transportasi.
  3. Proses belajar-mengajar yang bisa dilakukan di mana saja karena berbasis online.
  4. Waktu belajar-mengajar yang fleksibel.
  5. Kemudahan untuk networking sehingga dapat menjangkau peserta yang berada di jarak dekat sampai jarak jauh.
  6. Banyaknya fitur yang mendukung proses pengajaran seperti untuk presentasi, tampilan video, gambar, musik, quiz, dan sebagainya.
  7. Tidak ketinggalan perkembangan zaman.
  8. Dapat dengan mudah mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

Bagaimana Cara Memilih Platform untuk Membuat Situs E-Learning?

Untuk membuat situs E-Learning, banyak hal yang harus dipertimbangkan, termasuk platform apa saja yang harus dipilih. Karena itulah, untuk memilih platform yang tepat dan cocok dengan situs E-Learning impianmu, berikut beberapa hal yang platformnya harus kamu pertimbangkan:

  1. Domain
  2. Hal pertama yang harus kamu tentukan adalah domain situs. Ketika akan membuat situs, akan banyak jasa domain yang menawarkan berbagai jenis akhiran, mulai dari co.id, com, co, dan sebagainya. Namun yang paling penting adalah tentukan nama domain yang sangat mewakili situs E-Learning kamu. Jangan menggunakan istilah aneh karena jarang menarik perhatian peserta.
    Kamu dapat memilih akhiran domain yang menurutmu baik dengan budget yang sudah kamu perkirakan. Hal ini dikarenakan jika memakai beberapa domain seperti co.id, com, co harus mengeluarkan biaya tersendiri. Meski begitu, terdapat beberapa platform yang menyediakan penggunaan akhiran domain gratis yang biasanya mengharuskan mencantumkan domain mereka sebagai penyedia jasa atau biasanya disebut dengan sub-domain.

  3. Hosting
  4. Untuk membuat situs, hal lain yang harus kamu tentukan selain domain adalah hosting. Hosting inilah yang akan menjadi tempat penyimpanan semua data E-Learning kamu. Terdapat empat jenis hosting yang dapat kamu pilih, di antaranya Shared Hosting, Cloud Hosting, VPS Hosting, dan Dedicated Hosting.
    Keempat hosting di atas memiliki segmentasi pengguna masing-masing yang biasanya ditentukan berdasarkan pengetahuan mengenai dunia situs, traffic pengunjung, dan skalabilitas. Jika diurutkan, maka level hosting yang dapat kamu pilih dari level terendah adalah Shared Hosting, Cloud Hosting, VPS Hosting, hingga Dedicated Hosting, sebagai yang paling tinggi.
    Sebagai tips, akan lebih baik jika kamu memilih hosting dengan pelayanan customer care 24 jam. Mengingat E-Learning adalah proses pembelajaran dua pihak hingga lebih, dengan waktu akses yang sebaiknya fleksibel. Maka jika terdapat kendala di tengah malam misalnya, hosting dengan customer care 24 jam akan jauh lebih membantu.

  5. Tool
  6. Setelah memilih domain dan hosting, tentukan tool yang akan kamu gunakan. Tool yang paling sering digunakan adalah WordPress. CMS satu ini paling banyak digunakan karena terkenal dengan kemudahan dan kepraktisan dalam pengoperasian.
    Dapat disimpulkan, WordPress merupakan tool yang user-friendly. Selain wordpress, ada juga moodle, platform yang memang dirancang khusus untuk konten e-learning berupa video. Baik wordpress ataupun moodle bersifat open source, dimana tool ini dapat didownload, di custom dan didesain sesuai kebutuhan situs e-learning kamu secara gratis. Kamu dapat memilih tool ini atau yang lain dengan menyesuaikan keinginanmu.

  7. Plugins
  8. Jika kamu menginginkan E-Learning yang super menyenangkan dengan berbagai fitur yang menarik, maka plugins adalah jawabannya. Plugin bisa membantumu membuat kelas online, mulai dari membangun website hingga mengelola library video.
    Jangan lupa untuk menambahkan plugins yang dapat memungkinkan website E-Learning kamu dapat menerima pembayaran. Hal ini akan membantu ketika kamu memasang fitur-fitur baru yang hanya bisa diakses oleh pengguna berbayar misalnya kelas eksklusif atau sertifikasi.
    Kemudian, biasanya setiap tool sudah memiliki paket plugins yang cocok untuk fungsi E-Learning, kamu dapat memilih salah satu dari penawaran mereka berdasarkan budget yang kamu miliki. Mulai dari gratis hingga yang premium alias berbayar. Semakin mahal plugins, maka fitur yang ditawarkan akan semakin banyak dan menarik.
Setelah keempat platform di atas sudah kamu tentukan dan terpenuhi, maka langkah selanjutnya adalah mendesain E-Learning impianmu dan membuat kelas berkualitas. Semakin menarik situs E-Learning yang kamu buat, tentu akan semakin tinggi trafik yang datang.
Jika situsmu untuk kebutuhan bisnis, maka fitur-fitur yang praktis dan helpfully akan menjadi nilai plus. Salah satu fitur yang dapat kamu masukkan dalam situsmu adalah Payment Gateway dari DUITKU.
DUITKU telah menyediakan plugins yang dapat kamu sambungkan secara langsung ke platform-platform pembuat website e-learning seperti Moodle dan Woocommerce, yang merupakan plugins wordpress bagi website berbentuk platform penjualan online.
DUITKU menghadirkan solusi pembayaran online yang disesuaikan dengan kondisi pasar di Indonesia. Layanan payment gateway ini dapat langsung terintegrasi dengan situs E-Learning kamu tanpa ada biaya registrasi maupun perawatan sistem. Tak hanya itu, layanan ini akan mengotomatisasi sistem pembayaran online kamu sehingga kamu dapat fokus pada pengembangan bisnismu.
Daftarkan situs E-Learning kamu ke DUITKU dan kembangkan bisnismu dengan lebih mudah!
Siap untuk transaksi pertama?
Hubungi customer service kami 24/7 atau daftar untuk mulai saat ini juga.